Postingan

sometimes, love isn't enough (bagian 1)

at first, I call it love   mari menyerah pada segala ketidakmungkinan takdir yang ada. Ada banyak sekali kemungkinan yang akan terjadi dengan hidup kita di dunia ini. Beberapa orang bilang bahwa tidak mungkin Tuhan mempertemukan kita dengan seseorang tanpa suatu alasan. Everything must be a reason. Mungkin kali ini aku tidak yakin akan menemui orang yang sepertimu lagi. Aku tidak pernah menduga sebelumnya, bahwa ternyata pertemuan singkat yang telah digariskan ini, membuatku mengingatmu dalam waktu yang lama. Yang jelas, aku merasa beruntung bisa bertemu dan mengenalnya. Dia, manusia pemilik senyuman tulus— yang bahkan senyumnya masih teringat dengan sangat jelas di kepalaku, pemilik suara dengan tone rendah yang menenangkan, dan pemilik banyak kelakuan menyenangkan lainnya. The butterfly effect he gave, semua yang berhubungan dengan dia rasanya sangat menyenangkan. And suddenly, every song was about you. I found you in every song I listen to. Meskipun tidak selamanya, aku senang...

apa kau tahu?

kau tau?  belakangan ini langit september selalu cerah, m engundang kedua ujung bibir sedikit terangkat kau tau? belakangan ini makhluk langit terlihat lebih laju terbangnya, i a seakan mengikuti dan menikmati alunan angin t ,  erbang jauh menyebarkan semburat tipis dan kau tau? belakangan ini gula terasa lebih manis, d an seluruh titik di rumah menjadi lebih hangat

merayakan kehilangan

Seorang gadis duduk sendirian di sudut kafe. Gadis yang sama dengan gadis yang selalu datang di kafe ini, dua bulan terakhir. Dengan bangku yang sama, di pojok sebelah kanan. Juga dengan pesanan yang selalu sama di depannya, es krim coklat dengan sedikit perisa mint porsi sedang. Mungkin bagi sebagian orang itu akan menjadi pilihan yang aneh, atau bahkan tidak cocok. Apalagi sebagai santapan saat bulan dengan musim seperti ini. Ia memandang jauh keluar, menerawang kaca di sebelahnya. Langit mendung menjadi teman gadis bermata teduh itu. Aku menyeduh kopi untuk pelanggan yang baru saja datang sambil terus menatap mata gadis itu. Ada sesuatu di matanya. Tatapannya terlihat sangat kosong, tetapi juga sangat teduh, seperti sejak pertama kali ia kemari. Setidaknya itulah yang sejauh ini Rinan perhatikan. Sebenarnya aku sangat Ingin untuk mendekat dan bertanya, apakah ia sedang menunggu seseorang? Atau malah menunggu sesuatu? |°•°•°| Hari ini hari Sabtu, 15 Maret. Hari dimana gadis bermata t...

my first step is in here

Gambar
Hi! I don't actually really love myself, but I try my best.  Kalimat pembuka yang menyebalkan— bahkan aku sendiri juga sebal, maaf. Hanya itu yang terlintas saat pertama kali blog ini dibuat. Kalian benar, aku sedang tidak baik baik saja saat menulis ini. tapi tenang, aku selalu bisa kembali menjadi aku kembali— mungkin 2 sampai 3 hari lagi. Sudah sering terjadi, dan, jujur cape. That's why I said that I don't actually really love myself. Ku pikir, sudah cukup basa-basinya, ya. Sekarang saatnya kalian tahu aku. Kenalin, ini aku, puput. Mahfudhoh, actually. Iya, hanya satu kata. Tapi bahkan aku ga tau kenapa bisa namaku dipanggil jadi puput. Aku benci yang namanya perkenalan. Bisa ga, sih, sesi kenalan itu otomatis tau gitu aja semua tentang data diri kita? Aku ga suka menjelaskan diriku, menjelaskan namaku. Berulang kali. Tapi aku suka bersosialisasi. Aneh, bukan? Bertolak belakang. Aku memang aneh. Gapapaa, aku juga ga suka sama aku— huhftt lagi lagi aku merasa sangat keci...